Premanisme, sekarang kata itu sudah tidak asing lagi ditelinga kita paska kejadian berdarah dijalan ampera kemarin. Luapan kemarahan yang sudah meradang diluapkan dengan cara yang sangat anarkis oleh sekelompok preman ibu kota, akibatnya banyak korban-korban berjatuhan dari kedua belah kubu, bahkan orang yang tak berdosa pun ikut meregang nyawa.
Secara bahasa premanisme adalah gabungan dari dua buah kata, preman dan isme.
Sebenarnya kata preman diambil dari bahasa belanda vrijman yang berarti orang bebas atau orang yang tak terikat dengan apapun, sedangkan isme berarti aliran atau sering disebut sebagai mindset. Tapi sebenarnya kata premanisme lebih ditunjukkan kepada cara berpikir sekelompok orang-orang barbar yang lebih suka kegiatan-kegiatan berbau anarkis dan kegiatan-kegiatan yang merugikan kelompok masyarakat lain seperti pemerasan, perampokan, penodongan dll.
Ketika mendengar kata preman, tentu yang terbayang diotak kita adalah orang-orang yang punya tubuh kekar, berotot, tubuh penuh tato, muka sangar,dan seluruh sesuatu yang identik dengan preman- menurut pandangan kita-. Tetapi Prof. Koentjoro, Ph.D seorang psikolog handal indonesia mendefenisikan tentang premanisme yaitu segala tindakan melawan aturan, vandalisme, tindakan brutal, dan merupakan prilaku yang tidak cerdas yang kebanyakan dengan mengunakan kekutan (uang, pengaruh, massa, dll) untuk mendapatkan tujuan tertentu dengan mengabaikan konsensus bersama. Menurut defenisi beliau diatas ternyata premanisme itu tidak terbatas dan tidak hanya berlaku pada sekolompok orang-orang bertato saja, melainkan seluruh orang yang melakukan sesuatu tindakan melawan aturan dengan menggunakan senjata-senjata ampuh berupa uang, kekuasaan, jabatan, pengaruh, masa, dll yang cendrung merugikan orang lain. Jadi dalam hal ini ternyata para tikus berdasi pun tidak luput dari cap sebagai preman, namun hanya kelas meraka saja yang berbeda, kalau ada kelas ekonomi maka otomatis kelas eksekutif pun akan wujud.
Sekarang apakah agama islam adalah agama kaum vandal ?, banyak orang mengira bahwa islam mengajarkan anarkisme terhadap umatnya, islam mengajarkan merampok, memperbudak, dll. Mereka mengambil kesimpulan sepert ini dikarenakan pengetahuan mereka yang sempit terhadap sejarah dan ajaran islam , dan tidak mengetahui fakta sebenarnya. Didalam sejarah islam terdapat beberapa kejadian yang sensitif dan dapat mengundang prasangka-prasangka jelek terhadap umat islam, begitu juga dengan ajaran islam itu sendiri, terutama masalah jihad yang sering dikecam oleh orang-orang barat.
Dalam sejarah panjang peradaban islam, memang banyak sekali terjadi peperangan-perangan yang dahsyat. Namun dalam hal ini bukan berarti kita semena-mena menuduh islam bawa ia adalah agama anarkis yang ada dimuka bumi. Peperangan yang terjadi pada masa-masa nabi muhammad dan sesudahnya adalah peperangan yang murni bertujuan untuk melindungi negara, serta membawa kedamaian diseluruh penjuru dunia.
Sebut saja sebagai contoh adalah peperangan badar yang sangat terkenal, memang pada mulanya peperangan ini terjadi akibat rencana sabotase nabi terhadap kafilah dagang abu sufyan yang membawa saham dari seluruh penduduk musyrikin mekkah, Nabi Muhammad SAW memprediksi bahwa laba yang dihasilkan oleh saham-saham penduduk musyrikin mekkah itu akan digunakan mereka untuk memerangi kaum muslimin di madinah.
Begitu juga dengan peperangan yang lain, seperi uhud, mu’ta, tabuk, dll, semua peperangan itu terjadi karena penyerangan dari pihak kafir yang ingin menghancurkan ibu kota madinah, dan pihak muslim ternyata hanya melakukan mode defensif. Tidak pernah faktanya dalam sejarah islam terjadi peperangan yang diawali oleh kaum muslimin, meskipun itu adalah penaklukan khaibar.
Penaklukan khaibar terjadi dikarenakan sikap orang-orang yahudi khaibar yang tidak mau menjalin persahabatan dengan kaum muslimin, entah mengapa orang-orang yahudi justru lebih membenci islam yang notabenenya juga adalah agama monothaisme, sama seperti mereka, tetapi justru sebaliknya, mereka lebih suka bergabung kepada para penganut paganisme yang sangat dibenci oleh Nabi Musa. Berbicara masalah penaklukan khaibar maka kita juga akan berbicara penyebab terjadinya perang khandak . Perang khandak terjadi dikarenakan hasutan orang-orang yahudi terhadap orang-orang quraisy, mereka menghasut para pemuka qurais agar mereka mau membalaskan dendam ummat yahudi kepada Muhammad yang telah mengusir bani qainuqa dan bani nadzir dari tanah kolonial mereka. Nabi muhammad mengusir mereka karena alasan yang sangat spesifik, pertama mereka tidak mau menaati aturan negara yang menuntut mereka membayara pajak jizyah, kedua mereka juga sering memecah belah kaum muslimin, menebar fitnah, dan banyak lagi tindak-tanduk mereka yang sangat membahayakan bagi kepentingan dakwah dan negara.
Karena itulah Nabi Muhammad memutuskan untuk menyerang khaibar, karena bila semakin dibiarkan, maka kelakuan yahudi akan lebih sangat membahayakan dari pada peperangan khandak. Mungkin saja mereka akan menghasut kisra untuk memerangi kaum muslimin atau juga mengajak heraklius agar mau menyerang madinah. Dengan menyerang Khaibar maka ada jaminan bahwa kaum yahudi sudah tunduk dibawah panji kaum muslimin, dan mereka sudah tak punya kekuatan lagi untuk dibanggakan, dan berakhir pulalah kekuasaan yahudi di jazirah arab.
Sedangkan dari hal ajarannya, islam justru mengajarkan sesuatu yang sangat bagus dan jauh dari ajaran yang berbau premanisme, vandalisme, dan anarkisme. Didalam islam memang ada kewajiban untuk berjihad, tetapi ini berlaku pada kondisi-kondisi genting, disaat umat islam terancam diserang atau terancam akan dibinasakan, umat muslim juga diwajibkan berjihad disaat pemimpin kaum muslimin menyuruh mereka untuk melakukan itu. Jadi dalam keadaan kita sekarang, sebenarnya umat islam belum diwajibkan untuk berjihad, apalagi dinegara kita indonesia, demokrasi di indonesia sangat menjamin umat islam untuk beribadah dan melakukan aktivitas keagamaan lainnya, tanpa perlu ada kekhawatiran untuk diserang. Sedangkan yang dilakukan FPI itu murni untuk mengarahkan umat islam, untuk tidak melakukan kemaksiatan, walaupun cara mereka yang sedikit agak kasar, tetapi terbukti dengan cara yang tegas seperti itu mampu memberikan efek jera terhadap pelaku maksiat. Yang menjadi permasalahan ialah, ketika mereka menghukum penganut agama lain yang ikut terjaring ditempat maksiat bersama kaum muslimin.
Tindakan anarkis yang dilakukan oleh sebahagian kaum muslimin, sebut saja para pelaku teroris yang beranggapan dan berdoktorin menyimpang dari ajaran islam yang hakiki, tidak lantas dijadikan alasan untuk menuduh umat islam adalah umat yang berpikiran premanisme. Para pelaku teroris itu sangat beberbeda dengan umat muslim pada umumya dalam hal memahami ayat-ayat suci Al-qur’an, sehingga akibat pemaham mereka yang salah itu lah mereka mengambil tindakan agresif terhadap segala prilaku yang berurusan dengan kaum kafir. Wallahu’alam bishawab.
Sumber: Sejarah Hidup Muahammad, Muh. Husain haaikal
Wilkipedia.com
Komentar :
Posting Komentar