Daftar Isi Rongsokan Jaya

Ingat Waktu

Labels

Blog Archive

Followers

Gusti Muslihuddin Sa'adi El-banjary
logo 1
Rongsokan Jaya penuh dengan artikel-artikel rongsokan yang akan terus berjaya, tak peduli gimana, yang penting ini dia.


Kisah Halilullah



K.etika lagi asyik-asyiknya ngedit blog, eh ng' tau nya aq salah tulis alamat blog , ternyata kesalahan itu cukup membuat diriku bahagia , gimana tidak, coba..!! aku ketemu blog aku yang udah kagak luarsa lagi, wah jadi ketawa-ketiwi sendiri deh..tau ng' blog aku itu aku buat pas waktu aku kelas satu aliyah, ya gara-gara aku orang nya sedikit agak pikunan, lupa deh pasword tu blog...hehehehe....
Nah gara-gara didalam blog itu terdapat postingan tentang kisah Nabi Ibrahim, jadi apa salahnya aku CoPas aja keblog ku yang baru ini, ya lumayankan buat tambah-tambah postingan..hehehehe
Gini lo ceritanya...kita simak ya...!!!

ehm....Baiklah saya tertarik dengan suatu cerita tentang Nabi Ibrahim As yang Allah telah nukilkan didalam kitab suci Nya. Suatu hari nabiyyulllah itu berjalan disutu lembah yang penuh dengan gunung batu yang terjal dan lancip, lembah nya pun tak begitu subur hanya padang pasir yang terhampar dan beberapa oase dengan tanaman disekitarnya,angin yang berhembus pun bukanlah agn sepoi-sepoi yang apabila berhembus akan mmbuat orang terbuai dalam lamunan tidur, akan tetapi angin yang berhembus adalah angin gurun yang bercampur dengan pasir sahara. Disaat cuaca seperti itu Nabi Allah itu berujar didalam hati
"Bagaimana ya Allah membangkitkan orang2 yang sudah meninggal".?
Allah langsung berfirman sebagai teguran dan pelajaran kepada Nabi Ibrahim,"Hai, Ibrahim, Apa kamu ng' percaya dengan aku"?.
Ibrahimpun menjawab dengan lirih dan penuh rendah hati  "Wahai tuhan ku aku hanyalah berusaha untuk menguatkan hatiku supaya imanku bertambah".
"Kalau begitu ambilah 4 burung yang berbeda2. " jawab Allah kepada Nabi Ibrahim, tanpa banyak bicara Nabi Ibrahim langsung melaksanakan perintah Allah tersebut.
Setelah keempat burung itu dikumpulkan, kemudian Allah menyuruh lagi kepada Nabi Nya itu untuk mematahkan seluruh sendi-sendi tulang burung itu , kemudian Allah SWT bilang kepada Nabi Ibrahim,
"Hai Ibrahim setelah kamu mematahkan semua tulang dari ke-empat burung itu, maka cepatlah kamu letakkan semua potongan tulang itu secara terpisah di-empat bukit itu."Nabi Ibrahim pun langsung memanjat empat bukit itu secara berurutan ( ya, ialah..nga' mungkinkan sekalian..hehehe) dan meletakkan burung yang sudah dicincang habis itu. nabi ibrahimpun turun dari bukit dan kembali mendengar perintah Allah.
" Panggillah burung itu wahai ibrahim...!!"kata Allah SWT kepada Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahimpun memanggil ke-empat burung itu, lantas setelah itu terjadilah keajaiban, semua burung yang sudah dicincang itu kembali terbang menuju Nabi Ibrahim.
" Seperti itulah wahai Ibrahim aku menghidupkan seseuatu yang telah mati."
         Kawan-kawan sekalian, ternyata apa yang saya ceritakan diatas itu lebih condong kepada pendapat At-thabari dan Ibnu Katsir disaat mereka menafsirkan Al-Baqorah 260, sedangkan Abu Muslim Al-Ashfahani, Ar-Razy dan Rasyid Ridha memberikan pengertian yang lebih logis dalam memberikan penuturan mereka tentang Al-Baqorah ayat 260 ini berikut kita simak penuturan mereka:
  pengertian ayat diatas bahwa Allah memberi penjelasan kepada Nabi Ibrahim a.s. tentang cara Dia menghidupkan orang-orang yang mati. Disuruh-Nya Nabi Ibrahim a.s. mengambil empat ekor burung lalu memeliharanya dan menjinakkannya hingga burung itu dapat datang seketika, bilamana dipanggil. Kemudian, burung-burung yang sudah pandai itu, diletakkan di atas tiap-tiap bukit seekor, lalu burung-burung itu dipanggil dengan satu tepukan/seruan, niscaya burung-burung itu akan datang dengan segera, walaupun tempatnya terpisah-pisah dan berjauhan. Maka demikian pula Allah menghidupkan orang-orang yang mati yang tersebar di mana-mana, dengan satu kalimat cipta hiduplah kamu semua pastilah mereka itu hidup kembali. Jadi menurut Abu Muslim sighat amr (bentuk kata perintah) dalam ayat ini, pengertiannya khabar (bentuk berita) sebagai cara penjelasan.
      Memang begitulah dunia dan begitulah manusia, setiap manusia memiliki kepala, dan setiap kepala akan memiliki pemikiran yang terkadang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan itulah yang selalu menghiasi dunia sehingga dunia yang kelam ini penuh dengan warna. Sebagai seorang manusia yang terpelajar, sungguh sangat tidak pantas bagi kita untuk menyalahkan dan mengatakan sesat bagi orang yang tidak sependapat dengan kita. Perbedaan yang dapat ditolelir didalam konsep islam ialah perbedaan yang masih menggunakan argumen-argumen yang kuat dan tidak menyeleweng dengan 2 dasar pilar islam. so...mari kita bersikap cerdas dalam menghadi perbedaan diantara ulama.
Wallahu 'alam bishawab....Good bye..sampai jumpa dirubrik Kisah episode berikutnya..



Category: 0 komentar

Komentar :

ada 0 komentar ke “Kisah Halilullah”

Posting Komentar

Download MP3

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

my calender

Kamus

Kamus Orisinil:




Kolom blog tutorial

Grafik Pengunjung