PESAN UNTUK KAWAN-KAWAN MUSLIM:
AGAR PACARAN BUKAN SEBAGAI INJAKAN..
Add caption |
Teman-teman muslim and muslimah tentu akan berpikir sama seperti saya.
Saya memikirkan masalah ini adalah masalah yang akut dan perlu dilakukan penanganan khusus. Kasus ini sudah merebak kemana-mana, bahkan saking memprihatinkan nya gaya hidup yang ilegal ini sudah dianggap legal dikalangan kita. Bahkan tidak sedikit orang tua yang mendorong anak-anak mereka untuk melakukan hal keji ini, hanya satu sebenarnya tujuan orang tua yaitu JAIM alias jaga imege dihadapan tetangga, supaya anak lajang nya ngak dibilang sebagai bibit oplosan. Sangat ironis bukan..??? seorang pemudi yang menjaga kesucian nya dibilang bibit oplosan???. Memang inilah yang terjadi di negeri ku indonesia, kemerosotan moral di anggap Gaya modern yang perlu di aplikasikan.
Saya berbicara seperti ini bukan hanya sebagai kritikan kosong tanpa menawarkan tips atau yang biasa disebut sebagai solusi. Bahkan sebaliknya saya akan menawarkan penyebabnya agar kita para muda-mudi bisa menjauhinya, saya mengutipnya dari perkataan Dr. Yusuf Abdullah Al-Ahmad yang dibukukan oleh beliau dalam kitab Al-Inhiraaf Al-athifi trus diterjemahkan oleh Amir Gazali dengan cetakan Mumtaza dengan judul” Agar Pacaran Tak Jadi Pilihan”, namun saya rasa pemaparan beliau masih berbentuk dan berkarakter hukum-hukum di saudi, sehingga saya berkeinginan untuk lebih menyetirnya kearah pergaulan remaja di indonesia, yah..walaupun tulisan saya apa adanya.
Oke kawan-kawan yang budiman, mengetahui penyebab suatu masalah adalah merupakan cara pengantisipasian yang sangat efektif untuk menghindari masalah tersebut, dalam seluruh masalah bahkan. Tujuannya tidak lebih untuk kemaslahatan kita diantaranya kita bisa menghindarinya bahkan kita bisa membentengi diri kita dari serangan-serangan virus tersebut, bukan hanya itu melainkan mengetahui penyebab akan menjadi solusi dan bahan introfeksi diri kita untuk keluar dari belenggu tersebut.
Penyebab pertama:Lemahnya iman.
Lemahnya iman kepada Allah dan kurangnya usaha untuk menjaga iman tersebut agar selalu asri merupakan penyebab yang paling dominan orang melakukan suatu tindak penyimpangan, karena iman merupakan tiang utama yang menompang seluruh rasa takut dan harap kita pada tuhan, seandainya iman yang bertindak sebagai tiang utama itu lemah atau ada cacat di sisi-sisinya maka logika akan berkata” wajar kalau rasa takut dan harap kita menjadi lemah”, nah kalau kita tak begitu takut dengan namanya Allah dan azabNya kita juga tak akan pernah takut untuk bermaksiat kepadaNya dalam bentuk apapun, termasuk pacaran.
Kawan-kawan ada satu tips untuk kita sama-sama amalkan guna menjaga iman kita agar selalu asri yaitu dengan cara sering-sering mendengarkan nasihat dan wejangan para ulama dan menghadri majlis ilmu.
Penyebab kedua: Berbagai tayangan acara televisi yang banyak menyiarkan acara yang dapat merusak akhlak.
Banyaknya tayangan televisi yang cendrung tidak edukatif, termasuk sinetron, film, infotaimant dan semua tayangan yang hanya ditunjukan untuk entertaimaint merupakan salah satu penyebab yang patut disalahkan. Itu dikarenakan semua tayangan televisi cendrung mempropokasi para penontonnya untuk melakukan pacaran. Coba kita tengok tayangan-tayangan dalam bentuk apapun ditelevisi, hampir tak ada tayangan yang mencoba mengatakan bahwa Pacaran itu ilegal, terlebih tayangan sinetron dan film yang berlebel remaja, hampir semuanya mengangkat cerita-cerita bertajuk asmara yang berujung dengan pacaran. Seakan-akan tak ada sesuatu yang tersirat dalam film-film atau sinetron-sinetron yang bertemakan cinta selain penghalalan cinta diluar nikah, tapi sayangnya itulah yang paling diingat oleh para penonton. Hendaknya kita semua sadar bahwa kita telah mengasah pisau yang akan kita gunakan untuk memotong leher kita sendiri disaat kita memasukkan tayangan itu kedalam rumah kita.
Penyebab yang ketiga: mendengarkan nyanyian
Ahli ilmu pernah berkata: nyanyian adalah kurir dari tindak perzinahan, dikarenakan ia dapat membangkitkan gairah nafsu. Nabi SAW sendiri telah menegaskan dalam hadist shahih.” Sungguh, akan ada di antara umatku orang-orang yang menghalalkan perzinahan, sutra, khamr, dan alat musik.”
Hadist diatas diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq dengan shigah jazm( yaitu dengan lafal periwayatan yang bernada tegas,tidak dengan lafal yang mengisyaratkan kelemahan),dari hadist abu amir atau abu malik al-asy’ari. Hadist ini telah disahihkan oleh banyak ulama, diantaranya bukhari,nawawi,ibnu taimiyyah, ibnu qayyim dan juga ibnu hajar.
![]() |
| Add caption |
Salah satu penyebab yang sangat signifikan ialah kerena nyanyian jauh sekali berkontradiksi dengan Al-qur’an, dan tidak mungkin ada kesamaan diantara keduanya, terkecuali apabila nyanyian itu berwajah lain. Akibat kontradiksi yang besar itu tidak mungkin rasanya kita melakukan sesuatu, baik dan buruk secara bersamaan, tentu ada yang bakal menang dan tentu ada yang kalah juga. Misalkan saja dengan orang yang melakukan sholat tetapi ia tetap mencuri atau pun berzinah. Lantas apa yang akan dimenangkan???, tentu yang akan menang adalah keburukan, tak mungkin bukan orang yang sudah melakukan sholat itu melakukan tindakan keji, karena memang tujuan dari sholat itu ialah mencegah diri kita sendiri dari perbuatan yang dapat merugikan orang banyak. kecuali dia belum melakukan sholat secara wajar.
Kesimpulannya adalah para pencinta musik akan lebih condong kepada syair-syair keji yang ditalu-talukan sang biduan ketimbang kandungan isi Al-qur’an, walaupun sang pencinta musik itu selalu membaca Al-qur’an, karena mereka hanya membaca Al-qur’an dengan sekedarnya tanpa mendalami makna dan pesan yang ada didalamnya, dan cendrung tidak mengamalkannya.
Penyebab yang keempat: Orang tua yang kurang peduli dengan buah hati dan kurang dalamnya penguasaan dan pengamalaan Orang tua dibidang agama.
Saya akui ini adalah bagian yang paling susah untuk dijelaskan, mengingat saya belum menjadi orang tua dan belum merasakan pahit dan manisnya menjadi orang tua, tapi saya akan mencoba mnjelaskan nya semampu saya dan ini juga saya tujukkan bagi para orang tua muslim yang tak ingin anak nya terjerumus kedalam imbah ilegalitas pacaran. Oke, baiklah saya akan awali dengan pragraf di bawah ini
Orang tua merupakan orang yang sangat bertanggung jawab terhadap perkembangan sang buah hati mereka, mereka orang yang dapat membentuk sikap dan krakter sang anak.
Orang tua jaman sekarang memang hanya bemimpi untuk mempunyai anak yang sholeh dan sholehah atau hal itu bukan lah mimpi melainkan sebuah penyempitan makna kata sholeh yang menimbulkan kesalah pahaman dan kesalahan dalam melakukan pendidikan anak usia dini, tak penting apa dan siapa yang harus disalahkan. Tapi fakta mengungkapkan bahwa orang tua jaman sekarang tidak menginginkan anaknya menjadi orang yang sholeh dan sholehah, walaupun bibir dan hati mereka mengungkapkan hal yang berbeda tapi tindakan dan cara mereka mendidik anak mereka telah berkata mereka tidak meninginkannya.
Ketika seorang bayi bisa membuka mata nya,orang pertama yang ia lihat adalah orang tua nya dan ketika ia tumbuh ada dua orang yang akan dijadikannya contoh, yang pertama adalah orang tua dan lingkungan dimana ia tinggal. Penting sekali bagi orang tua untuk terus mencontohkan hal-hal yang positif, yang berbau agama kepada anak-anak mereka, mengajarkannya dan menyuruhnya dengan tegas. Dan dapatkah ini dilakukan oleh orang tua yang tidak mempunyai latar agama??
Selain mengajarkan Agama, Orang tua juga harus menjadi orang tua yang benar-benar komonikatif dengan anak, selain ini akan bermanfaat bagi kepintarannya juga akan membantu orang tua dalam melakukan pengawasan karena anak akan lebih terbuka dan bercerita tentang apa yang terjadi ketika ia tidak bersama orang tuanya, tentunya orang tua tidak boleh marah ketika mendengar malalui mulutnya bahwa ia berbuat yang tak pantas, karena sikap itu akan memberikan epek jera bagi anak untuk terbuka tidak terbuka,dan anak akan memilih untuk merahasiakan apa yang dianggapnya tabu. Yang harus dilakukan orangtua tak lain dan tak bukan ialah memberikan pengertian yang dapat dimengerti dan dicerna dengan baik oleh anak. Selain dari kedua hal ini tentunya kasih sayang yang tak berlebihan harus dilakukan kapan pun setiap ada kesempatan yan baik.
Yang jadi masalah serius ialah ketika anak sudah mencapai usia akil balig. Orang tua harus memahami apa yang menjadi pilihan nya, dan meluruskan pilihan itu jika memang itu tak pantas untuknya, dengan cara memberikan pengertian yang sesuai untuk usia mereka,serta memberikan pilihan serta teguran keras jika memang itu harus dilakukan. Perhatian juga
Tak boleh dikurangi bahkan orangtua harus memberikan waktu lebih kepada sang anak supaya anak merasa orang tua nya adalah best friend nya, mengingat pada usia aqil balig anak mulai ada rasa ketertarikan dengan lawan jenis, yang akan bebahaya jika orang tua tidak perduli dengan anak-anaknya. Dan dapatkah ini dilakukan oleh orang tua yang egois yang tak perduli dengan anak-anaknya???
Dan satu lagi yang tak kalah pentingnya, yaitu orang tua harus memberikan pendidikan reproduksi dan wawasan tentang sex dalam lingkup bahayanya dan akibatnya kepada anak usia 12-17 tahun, karena pada usia tersebut anak akan bertanya-tanya tentang sesuatu yang dianggap masyarakat umum tak layak untuk ditanyakan. Yang jadi peringatan bagi para orang tua jangan sampai anak anda bertanya tentang sex kepada orang yang salah, dan katakanlah bahwa pacaran merupakan awal dan sebab teragedi sex terjadi.
Penyebaba kelima: Pandangan yang liar
Allah SWT berfirman didalam Al-qur’an surah An-nur ayat ke 30-31.” Katakanlah pada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wania yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluan nya, dan janganlah menampakan perhiasannya.”
Pandangan merupakan awal dari sebuah ketertarikan dengan lawan jenis, akan tetap hanya untuk dicamkan oleh kawan-kawan ketertarikan bukanlah sebuah pertanda cinta, dia bisa saja lenyap dalam beberapa jam, atau beberapa hari, atau bisa saja beberapa bulan. Sedangkan cinta jauh berbeda, pohon cinta yang begitu asri bisa saja ditebang dengan kebencian, akan tetapi akarnya akan abadi bersemayam dilubuk hati. untuk itu menundukkan pandangan merupakan cara yang tepat untuk mengatasi yang namanya ketertarikan yang berujung pada cinta diluar nikah.
Penyebab keenam: Salah pilih teman
Sebagaimana yang saya katakan diatas, selain orangtua ada lingkungan pergaulan yang akan membentuk karakter anak, entah itu teman, sahabat atau sahabat. Yang pasti teman merupakan salah satu dari jajaran orang yang bisa merubah pendirian kita.
Coba kita lihat dan telaah lagi firman dibawah ini.
”Dan(ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua jari tangannya (sebagai tanda penyesalan),seraya berkata. “ Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dahulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.”(Al-Furqan:27-29)
Teman yang seperti itulah yang harus kita jauhi, tapi yang saya maksud bukannya kita harus memutuskan tali silaturrahmi dengan mereka, melainkan hanya sekedar tidak menjadikan mereka sebagai sahabat. Malah mereka yang seharusnya kita berikan bimbingan bukannya kita yang dibimbing mereka.
Penyebab ketujuh: banyaknya waktu lowong yang tak dimanfaatkan
Kebanyakan kita memang akan sangat merasa bosan sekali dikala kita tak memiliki sesuatu untuk dikerjakan,tentunya justru kita akan mencari kerjaan yang akan membuat kita fun, happy dan nyaman jarang dari kita yang memikirkan pekerjaan yang menghasilkan uang. Saya sebagai remaja juga demikian yang ada dipikiran saya hanya just for fun, karena memang itu lah sifat remaja yang harus diwajari.
Sayangnya banyak dari kawan-kawan kita yang salah langkah dan condrong mengatakan penyimpangan itu adalah fun. banyak penyimpangan yang dilakukan kawan-kawan kita diluar sana. Sebenarnya tujuan mereka hanya satu yaitu kesenangan semata.
Untuk itu carilah dimana bakat kamu yang bernilai positif bagi kamu sendiri serta orang-orang yang ada disekeliling kamu. Setelah kita sudah berhasil menggali dimana bakat, minat dan potensi kita barulah kita sibukkan diri kita untuk menggali potensi yang ada pada diri kita, mari kita explore bakat dan potensi kita dengan cita-cita, kita gali tanpa mengenal adanya batas.
Add caption

Komentar :
Posting Komentar